Dihadapan manusia, seakan hidupnya tanpa masalah dan tanpa rintangan, padahal rintangan dan cobaan silih berganti menerpanya. Orang yang beriman yakin bahwa hati dan tangan manusia dibawah kuasa Tuhan, yang kuasa mengendalikannya kapan, dimana dan untuk siapapun yang Ia kehendaki. Karenanya hanya kepada-Nya orang beriman berkeluh kesah: Penulis kecilnyaaku. -. Agustus 3, 2022. 0. 7. Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah Ayat 155. Pengarahan kepada kaum mukmin, dan ujian dari Allah kepada mereka dengan berbagai bentuk ujian agar Dia membalas mereka dengan balasan yang paling baik. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman: Allahtelah berjanji memberikan pahala yang besar pada mereka yang bersabar dan tidak berkeluh kesah. Bersabar juga merupakan cara agar hati tenang dalam Islam. وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ Fast Money. Beranda»Tausiyah BBM»Pelajaran Ayat Al-Qur'an»Karakter Manusia Suka Berkeluh Kesah 26 Juni 2015 Pelajaran Ayat Al-Qur'an 8,975 Kali Dilihat Pelajaran Ayat Al-qur’an Hari Ini “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan dia menjadi kikir.” Note Assalamu’alaikum Saudaraku seiman, Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk sebaik – baik bentuk yang memiliki fisik sempurna, akal yang mampu berfikir sehingga mampu membedakan baik dan buruk, gharizah atau naluri dan diberi petunjuk hidup yakni Al-qur’an dan hadits. Manusia juga memiliki sifat mengeluh. Mengeluh dengan banyaknya masalah kehidupan, pendapatan kurang, sikap suami atau isteri, tingkah laku anak, sikap tetangga, sikap keluarga dan sebagainya. Sikap mengeluh sebenarnya menunjukan kekerdilan jiwa seseorang dan berupaya untuk mencari pembenaran diri sendiri. Seseorang yang mudah mengeluh senantiasa mencari penyebab masalah dari luar dirinya tanpa mau introspeksi terhadap diri sendiri. Pada hal seringkali masalah terjadi yang menjadi pokok masalah adalah dirinya sendiri dan bukan orang lain. Sikap mudah mengeluh juga refleksi dari ketidak ridhoan atas ketentuan taqdir dari Allah SWT. Mari kita belajar menyikapi setiap masalah dengan introspeksi diri tanpa harus langsung menyalahkan orang lain. Jauhilah sikap mengeluh karena mengeluh itu sebuah penentangan, sikap penolakan dan menghindari realitas kehidupan. Berusaha mengatasi masalah tanpa harus membuat masalah yang baru. Kembalikan semua masalah hidup hanya kepada Allah SWT sang pemilik kehidupan, cukup hanya kpada-Nya kita mengadu, berharap dan meminta pertolongan. Terakhir momentum bulan Ramadhan mari banyak kita manfaatkan untuk meminta ampun dan taubat kpada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan. Ketahuilah saudaraku, sebenarnya apa saja yang menimpa diri kita tidak terlepas dari perbuatan dosa – dosa kita kepada Allah. Wallahu a’lam By Tommy Abdillah Tentang Tommy Abdillah Founder Majelis Ilmu Ulin Nuha, Founder Rumah Tahfidz Al-Quran Ulin Nuha Medan, Praktisi Ruqyah Syar'iyyah As-syifa' Medan, Admin Taushiyah Group Whatsapp, Penulis buku Taushiyah Group BBM, Taushiyah Senja. Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW pernah bermunajat kepada Allah SWT, memohon tiga hal ; pertama, memohon agar umat beliau tidak diberikan hukuman langsung, sebagaimana umat-umat nabi terdahulu, semisal hukuman kepada umat Nabi Nuh Kedua, memohon agar umat beliau tidak menemui masa paceklik masa kekurangan pangan yang berkepanjangan, sehingga akan mengakibatkan binasanya umat beliau. Ketiga, beliau memohon umatnya agar tidak menjadi umat yang selalu berkeluh kesah dalam hidupnya. Dari ketiga panjatan doa Rasulullah SAW tersebut, ternyata masih ada satu di antaranya masih ditangguhkan oleh Allah SWT. Yakni permohonan beliau agar umatnya tidak berkeluh kesah. Bukti masih ditangguhkannya doa Rasulullah SAW ini, masih banyaknya di antara kita berceloteh dalam hati ”Ya Allah, hidupku kok masih seperti ini..!, kenapa jalan yang Engkau berikan seperti ini? “, Ada juga yang mengatakan dalam hati “Ya Allah, kenapa aku tidak seperti mereka?, kurang apa aku ini? ”. Walaupun tidak dengan ucapan, secara tidak sadar mungkin kita pernah berceloteh seperti itu. Rasa keluh kesah pada diri manusia bisa menimbulkan dua energi yang berbeda. Yakni energy positif dan negative. Kalau keluh kesah pada diri kita memunculkan energy negative, maka dalam hidupnya selalu diliputi oleh keinginan untuk mengikuti hawa nafsunya. Menggunting dalam lipatan, menyalip dalam tikungan, dan semua itu sangat membahayakan lingkungannya. Orang seperti ini, kalau dia mempunyai ilmu, seperti ilmu katak, tatkala sang katak ingin memunculkan diri ke permukaan air, maka sang katak tidak akan pernah tahu apakah di sampingnya ada temannya atau tidak, sehingga yang dia lakukan, sepak kanan, sepak kiri, sikut kanan, sikut kiri, yang penting bagaimana dirinya bisa berada di atas. Allah SWT telah memperingatkan kepada kita dalam surah Al Baqarah 216. Maknanya Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Sifat keluh kesah, merupakan sifat fithrah, namun janganlah dengan sifat ini,menghantarkan manusia ke dalam keputusasaan. QS Yusuf 87. Maknanya Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". Keluh kesah dalam hidup, memang sulit kita hindari. Al Ma’aarij 19-22. Maknanya 19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia Amat kikir,22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. Sifat keluh kesah pada diri manusia, sesungguhnya akan dapat terobati, dan terkurangi, bahkan energy negative dari sifat keluh kesah, bisa kita rubah menjadi energy positif, manakala kita melakukan 8 hal yang ditawarkan dalam Al Qur’an. Pertama, orang yang selalu melanggengkan shalat. Dalam kondisi dan situasi apapun, mereka selalu melakukan shalat. QS Al Ma’aarij 23. Maknanya Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, Kedua, orang yang menyisihkan sebagian harta yang dia miliki, untuk ditasarrufkan kepada yang berhak menerima. QS Al Ma’aarij 24-25. Maknanya Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, 25. bagi orang miskin yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa yang tidak mau meminta, Orang-orang yang selalu berhubungan secara verikal kepada Allah, dan senantiasa peduli terhadap permasalahan sosial inilah yang akan terhindar dari keluh kesah. Sehingga, kesalehan ritual harus diimbangi dengan kesalehan sosial. Ketiga, orang yang senantiasa percaya terhadap hari pembalasan. QS Al Ma’aarij 26. Maknanya Dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, Orang yang pada dirinya ada rasa kepercayaan terhadap hari akhir, maka pada dirinya tidak ada rasa dendam, rasa iri dengki, walaupun didholimi oleh orang lain, karena dia yakin, bahwa akan ada hari pembalasan di mana orang yang baik akan dibalas dengan kebaikan begitu juga sebaliknya. Keempat, orang-orang yang tidak pernah takut, kecuali kepada Allah SWT. QS Al Ma’aarij 27. Maknanya Dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. Orang yang berkeyakinan dan merasa bahwa yang mengawasi dirinya adalah Allah SWT, terhadap segenap tingkah lakunya, bukan polisi, bukan jaksa, bukan atasan, bukan orang lain, maka orang yang demikian ini, tergolong orang yang dalam hidupnya terhindar dari keluh kesah. Kelima, orang-orang yang senantiasa dalam hidupnya menjaga kemaluannya. QS Al Ma’aarij 29-30. Maknanya 29. dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, 30. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela Banyak di antara kita yang terpeleset kepada hal satu ini. Karena tidak dapat menjaga kemaluannya, hanya mengejar kenikmatan sesaat, maka kemudian mereka menjadi orang yang terbuang untuk selama-lamanya. Keenam, orang-orang yang selalu menjaga amanah yang diberikan kepada dirinya. QS Al Ma’aarij 32. Maknanya Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan janjinya. Ketujuh, orang yang selalu bersaksi dengan adil. QS Al Ma’aarij 33. Maknanya Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Kedelapan, orang yang dalam hidupnya selalu dihiasi dengan sabar dan shalat. QS Al Baqarah 45. Maknanya Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', Sabar dan salat ini adalah merupakan sebuah kunci keberhasilan hidup di dunia. Rasulullah SAW mengajari kita untuk tidak mengadu permasalahan hidup ini kepada orang lain, tetapi mengadulah seluruh permasalahan kita dengan kesabaran kepada Allah SWT. Ada suatu riwayat. Saat Nabi Musa as beserta umatnya ingin menyeberang lautan, maka Nabi Musa menyampaikan ”Wahai kaumku, janganlah kamu minta pertolongan kepada selain Allah”. Ajaran ini diadopsi oleh Rasulullah SAW disampaikan kepada sahabatnya “Wahai para sahabatku, tatkala kamu dalam hidup menemui kegalauan, kegagalan, janganlah sekali-kali mengadu kepada orang lain, tetapi mengadulah kepada Allah SWT”. Kemudian Rasulullah SAW menyampaikan sebuah hadisnya Allahumma lakal hamdu, wailaika mustaka, wa anta musta’aan walaa haulaa walaa quwwata illa billaahil aliyyil adhiim Segala puji bagi Allah, dan sungguh Engkau adalah Dzat sebaik-baik tempat mengadu. Engkau sebaik-baik Dzat untuk dimintai pertolongan, dan tidak ada daya kekuatan, kecuali atas pertolonganMu. Kalau delapan hal ini kita aplikasikan, kita amalkan dalam hidup di dunia ini, insyaallah kita akan terhindar dari sifat keluh kesah terlebih putus asa dalam hidup, sehingga akan menemui kedamaian dalam hidup ini. Manusia perlu mengenal dirinya bahwa hakikat dirinya adalah makhluk yang lemah, karena itu kita menyadari bahwa ketika kita sedang ditimpa sebuah ujian dan cobaan maka itu merupakan sinyal agar kita kembali pada Allah dengan melakukan curhat atau berkeluh kesah padanya, dalam wujud doa. Manusia adalah makhluk yang lemah Mengenal kembali hakikat diri sebagai manusia yang lemah, Allah SWT berfirman “dan manusia dijadikan bersifat lemah.” QS. An-Nisa’ 28 dan manusia juga sombong karena “Dialah Yang Maha Kaya tidak memerlukan sesuatu lagi Maha Terpuji.” QS. Fathir 15. Ingat tentang kenyataan hakikat diri manusia yang sejatinya lemah tidak berdaya akan semua yang mereka harapkan belum atau tidak terkabul dan mendapati sebuah cobaan dan ujian. Keutamaan berdoa Berikut beberapa keutamaan ketika berdoa Ibadah dalam wujud doa Berdoa merupakan bagian dari ibadah, Rasulullah SAW bersabda, “Doa adalah ibadah”, kemudian beliau membaca ayat, “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu”. [Ghafir 60]. Menjadi ibadah paling mulia Menjadi hal yang paling mulia dan tidak ada ucapan yang lebih mulia dari doa kepada Allah SWT. Seperti dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Do’a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do’a 2/341 No. 3874. Musnad Ahmad 2/362]. Dijelaskan pula dalam firman Allah SWT yang berbunyi “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu“. [Al-Hujurat 13]. - Dapat menenangkan hati Berdoa menjadi salah satu cara yang dapat menenangkan hati karena mengingat-Nya, Allah SWT berfirman “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” QS. Ar Ra’du 28. Terkini

berkeluh kesah pada allah